Di sebuah sekolah dasar negeri di daerah kota. Ada seorang anak kecil yang cantik jelita bernama Andini dan sahabat – sahabat baiknya. Reva, Tania, dan Sinta. Persahabatan mereka cukup erat dari kelas 1 SD mereka sudah berteman.
Saat mereka kelas 5 SD, ketika Andini dan sahabat – sahabatnya pergi ke sebuah taman, mereka bertemu dengan seorang laki – laki tampan. Saat Andini melihat laki – laki itu, Andini merasakan hal yang aneh ada di dalam dirinya. Saat ia bertanya kepada ibunya, dia baru menyadari ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria itu.
2 tahun kemudian Andini,R eva, Tania, danS inta pun berpisah saat Andini masuk SMP dia bertemu dengan Qori dan Raka, mereka bertemu saat apel pagi di lapangan sekolah pertama kali MOS, di hari kedua saat ia mos, Andini sangat terkejut melihat pria yang waktu ia temua di taman. Karena rasa penasaran Andini, ia mencari informasi tentang pria itu, ternyata ia bernama Bastian Maulana biasa di panggil Tian ia kelas 8 – 2.
Suatu hari saat Andini hendak pergi ke kelasnya tiba – tiba Tian berada di depan kelasnya. Betapa kagetnya Andini, ternyata Tian datang ke kelasnya berniat untuk berkenalan dengannya. Dan sejak saat itu Andini dan Bastian berteman.
Pada suatu hari saaat Andini sedang berbincang – bincang dengan teman – temannya, tiba – tiba Tian membawa seseorang yg hendak dikenalkan dengan Andini, pria itu bernama Muhamad Ikang Fahrezky. Saat Andini berkenalan dengan Ikang ia merasakan sesuatu hal yg aneh, tapi kali ini bukan cinta. Ia mempunyai firasat buruk dengan kedatangan Ikang. Karena ia tidak mempercayai firasat itu, jadi ia mengacuhkan firasatnya.
Pada tanggal ulang tahunnya Tian mengajak Andini untuk pulang bersama, tapi, hanya Tian dan Andini. saat di tengah jalan Tian memberitahu kalau hari itu ia berulang tahun . saat Tian berbicara Andini sadar kalau Tian sangat canggung .jadi, Andini mencoba mencairkan suasana. Tapi tiba- tiba Tian mengatakan sesuatu hal yang cukup aneh dia berkata “ Andini sudah punya pacar ? “ lalu Andini menjawab “ belum “karena pertanyaan tersebut mereka jadi sama – sama canggung dan salah tingkah
Keesokan harinya Ikang mengajak Andini pergi ke taman, saat di taman Ikan berkata pada Andini kalau selama ini ikang menyukai Andini tanpa fikir panjang Andini menerima cinta Ikang . entah apa yang ada di fikiran Andini ada itu , rasanya Andini sulit untuk berkata “ tidak”,Andini tidak mampu menatap mata Ikang. Jadi, ia menerima Ikang sebagai kekasihnya. Dan sejak saat itu hubungan Andini dengan Tian semakin menjauh
Satu minggu pun berlalu .saat anjani duduk sendiri di depan kelasnya , tiba- tiba Tian datang menghampirinya lalu Tian bertanya tentang hubungan dia dengan Ikang dengan wajah yang murung. Dan Tian berkata “ Din, Tian janji sama Andini. Nanti kalau Andini putus sama Ikang, Tian bakal ada buat Andini dan Tian bakalan gantiin posisi Ikang di hati Andini, Tian janji sama Andini “. Itu janji Tian kepada Andini
Sejak saat itu Andini malah semakin jauh dengan Tian. Suatu hari saat Andini,Qori, dan Raka sedang ngobrol di taman sekolahnya.tiba – tiba ada seorang pria tampan datang menghampiri mereka dan menceritakan semuanya kepada Andini bahwa selama ini tian lah dalang dibalik perjodohan Ikang dengan Andini. Andini pun semakin heran dengan isi hati Tian yang sebenarnya
Dua tahun kemudian Ikang dan Tian pun telah lulus. Karena hal tersebut hubungan Tian semakin jauh saja. Andini dan Tian tidak pernah bertemu lagi sehingga Tian tidak tau kalau Andini sudah putus dengan Ikang. Andini berusaha keras untuk mengejar cintanya itu tapi tetap tidak berhasil. Ia mencoba mencari nomor hp Tian pada teman dakat Tian yang tidak penah di kenal kan oleh Tian padanya .tapi , semua itu tidak ada hasilnya
Sampai suatu hari Tian datang ke sekolah Andin sempat melihat Tian, dan Tian pun sempat tersenyum pada Andini tapi karena kondisinya Andini sedang berada dalam kelas dan sedang belajar jadi tidak sampai bebicara dengan nya. Saat istirahat Andini mencari Tian ke seluruh sudut sekolah tapi Tian sudah pulang betapa sedihnya andini saat itu.
Mulai saat itu Andini mencoba untuk melupakan Tian dalam hidupnya dan mecoba membangun hidupnya menjadi seseorang yang lebih baik.tapi, satu bulan kemudian Tian menelfon Andini, Tian berbicara pada Andini seakan-akan tian tidak memiliki kesalah apapun kepada Andini di akhir pembicaraan nya Tian berkata “ ya sudah di taman kota jam 3 sore jangan telat “ lalu tian pun menutup telfonnya
Andini semakin bingung, apa yang sebenarnya yang di fikirkan oleh tian, kemudian keesokan harinya Andini datang ke taman tersebut dan seperti yang di katakannya ia benar datang mendahului Andini, saat Andini berada di depanya .ia langsung berkata “ Aku tau kamu pasti datng aku mau nepatin janji aku sama kamu, aku tau ini terlambat tapi …… ( dan tian pun menggenggam tangan Andini ) …….kamu masih suka kan sama aku, kamu mau kan jadi pacar aku ?” Andini hanya bisa diam karena ia masih bingung dengan sikap tian yang mengada- ngada, karena Andini sudah melupakan segalanya tentang Tian, dan Andini menjawab “ sory, I can’t be your girlfriend because I already feel very hurt by you “. Lalu Andini pun pergi meninggalkan tian.dan hingga saat ini tian tidak pernah bertemu lagi dengan Andini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar